2018, Desa Diperketat Aturan Perbup Baru

BerandaBengkulu.com, BENGKULU UTARA – Mengawali tahun 2018, penggunaan Dana Desa (DD) akan diperketat. Untuk itu, pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Bengkulu Utara, memulainya dengan memperketat aturan yakni sinkronisasi Peraturan Bupati (Perbup). Hal ini dilakukan seperti yang disampaikan oleh Kepala BPMD BU Ir. Budi Sampurno kepada awak media, sebelum penggunaan dana desa ini memasuki tahapan teknis.

” Kita tahun ini akan melakukan sinkronisasi aturan Perbup, mengingat adanya perubahan perbup yakni perubahan ke tiga atas Perbup Nomor 24 tahun 2015 tentang pedoman pengelolaan keuangan desa dan penyusunan anggaran APBDes,” ungkap Budi.

Budi menjelaskan, ada dua pedoman yang disinkronkan ndalam Perbup ini. Yakni, pengelolaan keuangan desa dan pedoman penyusunan teknis APBDes. Dua pedoman ini dilakukan sinkronisasi dengan peraturan yang ada di perbup sehingga bisa dipakai oleh pemerintah desa dalam penyusunan APBDes. Mengenai waktu pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), diharapkan dapat secepatnya jika pembahasan ini rampung dan segera disetujui oleh bupati.

” Saat ini, syarat pencairan DD harus adanya APBDDes. Untuk itu diharapkan pihak desa secepatnya menyusun APBDDes tahun anggaran 2018, setelah diajukan nantinya tinggal menunggu waktu pencairan,” jelasnya.

Untuk diketahui, anggaran ADD tahun 2018 unuk kabupaten BU mencapai Rp 25 miliar, sementara anggaran Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 146 miliar yang terbagi untuk 215 desa. Besaran yang diterima masing-masing desa tergantung dari 4 variabel mulai dari jumlah penduduk keseluruhan, jumlah penduduk miskin, hingga luas wilayah dan indek kesulitan geografis.

” Turunnya DD tergantung dengan APBDes, bisa saja dicairkan bersamaan. Bisa dua kali pencairan dan juga bisa sampai 3 kali pencairan. Dan itu, tergantung pada desa masing-masing dalam menyelesaikan administrasi pertanggungjawaban, jika cepat dia bisa lebih cepat pencairan, dan dapat dimanfaatkan untuk masyarakat desa secepatnya,” imbuhnya.

Laporan : Gitok
Editor : Effendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial