Memalukan, ASN Pejabat Eselon Terlibat Perkelahian

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Sangat memalukan, ulah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Bagaimana tidak dalam rapat pun membahas terkait aset, justru menjadi arena baku hantam. Diketahui kedua ASN tersebut Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten BU Kalman Darmawi, melawan pihak Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten BU Hendri Kisinjer bersama dengan bawahannya salah satu Kabid berinisial Bari Oktari. Akibatnya, lantaran mediasi yang sudah dilakukan oleh Bupati BU Ir. Mi’an langsung tidak berujung dengan kata damai, dan terlibat aksi saling lapor. Kedunya, ditetapkan oleh pihak Kepolisian menjadi tersangka.

Diketahui, kejadian ini bermula saat pihak Dinas Pariwisata dengan pihak Dispora Kabupaten BU, dipertemukan diruang rapat dilingkungan kantor Pemkab BU. Dimana, rapat ini diketahui membahas terkait aset Alun-alun Rajo Malim Paduko (RMP) yang dipimpin langsung oleh Asisten III Setdakab BU Ramadanus dengan didampingi Kasubbag Aset BPKAD BU Yois Sudarso.

Dalam rapat tersebut, bukannya menemukan solusi untuk kemajuan daerah mengenai siapa pengelola aset, justru menjadi arena perang mulut hingga berujung dengan perkelahian. Tidak ada yang mengetahui siapa yang salah san siapa yang benar, dimana keduanya mendapatkan luka yang sama. Baik Kalman mendapatkan luka lebam disekujur tubuhnya maupun dari pihak Dispora sendiri, mendapatkan luka dibibir serta baju dinas yang ia kenakan saat itu robek.

Dikonfirmasi awak media pihak Dinas Pariwisata, baik Kepala Dinas Mustarani Abidin dan Sekretarisnya yang tengah berada di RSUD Arga Makmur, mengatakan. Kejadian pemukulan pertama kali dilakukan oleh pihak Dispora, dalam hal ini dimulai oleh Bari yang diikuti oleh Kepala Dispora Hendri Kisinjer yang memukulnya dari belakang.

” Kami rapat diruang pak Sekda dipimpin oleh Asisten III Ramadanus, saya tidak tahu apa yang memicu aksi pemukulan terhadap saya, dimana pemukulan dimulai oleh anak buah Hendri Kisinjer yang mencekik saya dan langsung memukul saya, kemudian diikuti oleh Hendri Kisinjer yang memukul saya dari belakang dan mengenai kepala saya,” ungkap Kalman.

Lantaran tidak terima dengan aksi anarkis seorang pejabat eselon II dengan eselon III tersebut. Maka itu, kejadian telah dilaporkannya ke Mapolres BU dan ia sendiri telah menjalani visum. Mengingat, ia merasa pusing dikepalanya, dan juga beberapa bagian tubuhnya mengalami memar.

” Saya tidak terima dengan aksi pukul ini, untuk itu saya melapor ke polisi agar Hendri Kisinjer bersama dengan anak buahnya agar di proses secara hukum yang berlaku,” tandasnya.

Sementara itu, membantah ujaran dari pihak Pariwisata. Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) BU Hendri Kisinjer ketika dikonfirmais awak media, justru membantah ikut melakukan pemukulan, seperti yang dilontarkan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata BU Kalman Darmawi. Secara tegas, Hendri mengemukakan. Dirinya juga tidak menyangka, jika rapat membahas aset ini berakhir dengan aksi keributan baku hantam antara bawahannya Kabid Sarpras Dispora BU Bari Oktari, dengan Kalman Darmawi. Meski dmeikian, ia tidka menampik jika bawahannya membela diri, lantaran aksi preman ini dimulai dari pihak Kalman Darmawi.

” Saat ini kami juga telah mendatangi Mapolres BU, karena jika pihak Kalman melapor kamipun akan melapor. Mengingat kejadian ini tidak layak terjadi. Untuk lebih lanjutnya, nantilah saya mau menyelesaikan dulu masalah ini,” singkat Hendri.

Pengakuan bantahan juga terlontar dari Kabid Sarpras Dispora BU Bari Oktari kepada awak media di kantor Polres yang dituding melakukan aksi star pemukulan seperti yang dilontarkan oleh pihak Sekdis Pariwisata Kalman Darmawi, yang mengatakan dicekik dan dipukul.

” Kami tidak melakukan pemukulan duluan, justru pihak Kalmanlah yang tidak terima pada saat rapat, yang langsung berdiri dan memukul saya. Pukuln Kalman itu sendiri langsung ke bibir saya, akibatnya bibir saya pecah,” ungkapnya.

Dijelaskan Bari, aksi baku hantam ini sebenarnya tidak ia inginkan. Namun dirinya juga berhak untuk membela diri, ketika dianiaya oleh orang lain. Saat itu diakui Bari, dalam pembahasan soal aset alun-alun. Ia meminta kepada pihak kalman agar memahami terlebih dahulu aturan, namun rupanya penyampaiannya tersebut membuat Kalman tersinggung dan sempat melontarkan kata-kata kasar, yang langsung berdiri dan ketika itu dirinya juga ikut berdiri. Namun ia tidak menyangka, jika Kalman langsung memukulnya. Mendapati pukuln itu, ia tidak terima dan membalas sehingga terjadilah aksi saling pukul tersebut.

” Kami juga tidak terima dengan aksi mereka (Kalman,red), untuk itu kami pun mendatangi Mapolres BU untuk berkoordinasi dan memberitahukan serta memberikan klarifikasi atas kejadian memalukan ini. Meski dmeikian, jika masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, ia pun tidak menolak dan akan menydahi keributan ini,” tandasnya.

Sementara itu, pihak Mapolres BU, sebelumnya belum akan memproses atas pengaduan kedua belah pihak atas kejadian adu jotos ini. Pasalnya, kejadian ini dihimbau dapat diselesaikan secara kekeluargaan, dimana pihak Pemkab BU menyanggupi untuk memediasi keduanya. Hal ini ditegaskan oleh Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, kepada awak media.

” Kami saat ini belum menerima pengaduan resmi, namun hanya pemberitahuan atas kejadian keributan ini. Untuk itu, kami belum bisa memproses apapun atas kejadian ini, dan menghimbau agar masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Kasat.

Namun rupanya, mediasi yang difasilitasi oleh Pemkab BU selaku pembina ASN, ternyata tidak menemukan kata damai. Dimana, pihak keluarga Kalman Darmawi tidak terima dengan aksi anarkis ini, dan secara resmi membuat laporan penganiayaan ke Mapolres BU. Yang juga disambut dari pihak Dispora juga telah membuat laporan resmi yang sama ke Mapolres BU. Mengingat kejadian perkelahian ini melibatkan dua orang ASN, maka dapat dipastikan pihaknya akan menetapkan keduanya menjadi tersangka.

” Mereka ini sama-sama ASN di lingkungan Pemkab BU, yang diketahui keduanya dibawah naungan satu atap yakni Pemkab BU. Masa iya hal seperti ini, harus dibesarkan. Tapi, lantaran kedua belah pihak tetap ngotot agar kasus penganiayaan ini diproses secara hukum, maka tidak menutupkemungkinan kedua belah pihak akan ditetapkan menjadi tersangka,” demikian Kasat.

Gulam Wahyudi, yang ditemui awak media di Mapolres BU, selaku kakak kandung Kalman Darmawi menandaskan. Pihaknya menyampaikan laporan tersebut, atas tindakan yang dilakukan oleh Kabid Sapras, terhadap adiknya Kalman Damawi saat rapat mebahas aset alun-alun Rajo Malim Paduko Selasa siang. Secara hukum itu sebuah tindakan tidak benar, dan ia berharap ini dapat diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

” Kami sepenuhnya menyerahkan kasus pemukulan ini kepada pihak penegak hukum, agar dapat diproses sebagaimana ketentuan yang berlaku,” singkatnya.

 

Laporan Effendi

Baca :

http://rubriknews.com/bahas-aset-alun-alun-asn-baku-hantam/

 

Satu tanggapan untuk “Memalukan, ASN Pejabat Eselon Terlibat Perkelahian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial

Notice: Undefined index: sfsi_icons_Alignment_via_widget in /home/u2178858/public_html/berandabengkulu.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-icons/libs/sfsi_widget.php on line 121

Notice: Undefined index: sfsi_icons_Alignment_via_shortcode in /home/u2178858/public_html/berandabengkulu.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-icons/libs/sfsi_widget.php on line 122
Facebook
Facebook
Twitter
LinkedIn
Instagram
Telegram