Hanyut Karena Tidak Ada Jembatan Ngantar Anak Kesekolah, Ditemukan Jadi Mayat

BeranABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Setelah dilakukan pencarian selama satu hari satu malam, Pangihutan Manalu (38) warga Tanjung Harapan Kecamantan Ulok Kupai yang hanyut di Sungai Air Lelangi lantaran tidak ada jembatan menyebrangi sungai guna mengantar anak ke sekolah, akhirnya ditemukan. Namun sayang, pria yang juga merupakan karyawan PHL PT. Alno Agro Utama Sumindo Estate (AAUSE) ini ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Camat Ulok Kupai, Apduh Sadat mengungkapkan korban ditemukan Sabtu (13/10) pukul 11.10 WIB. Mayat korban ditemukan tak jauh dari lokasi korban pertama kali tenggelam yakni sekitar 200 meter dari kawasan Crossing Divisi II Air Niruh. Menurut Camat, mayat korban saat ini sudah dievakuasi oleh aparat kepolissian, TNI dan bantu oleh tim siaga bencana Kabupaten BU serta masyarakat sekitar.

“Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” tandasnya.

Sebelumnya, nasib tragis yang dialami Pangihutan Manalu warga Desa Tanjung Harapan Kecamatan Ulok Kupai. berawal ketika korban berniat mengantar anaknya ke sekolah, pada Jumat (12/10) pagi, ia hanyut terbawa arus sungai Air Lelangi. Tepatnya di sekitar lokasi crossing Divisi II Air Niruh PT. AAUSE (Alno Agro Utama Sumindo Estate).

Komandan Kodim 0423/BU Letkol Arh Ari Trisenta Nursanto, S.Sos, M.Si melalui Danramil Ketahun Kapten. Azwar mengatakan, peristiwa bermula saat korban hendak mengantar anaknya Reni Manalu ke tempat penjemputan bus sekolah PT. AAUSE di simpang portal PT. API dengan menggunakan sepeda motor. Sesampainya di Sungai Air Lelangi Crossing Divisi II Air Niruh, korban melihat debit air cukup tinggi, sekitar 75 cm dari crossing.

Korban lantas menurunkan anaknya dan menyeberang sendirian dengan menggunakan sepeda motor, dengan maksud setelah motor sampai di seberang korban akan kembali menjemput anaknya dengan cara berjalan kaki dan menggendong anaknya dan kembali menyeberang.

Namun nahas, baru sampai di tengah – tengah crossing, dorongan air yang deras dan permukaan jalan yang licin membuat motor korban tergelincir dan jatuh ke dalam sungai. Melihat bapaknya tergelincir dan hanyut di sungai, anak korban menangis berteriak sembari berlari menuju camp Divisi II untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya dan warga yang tinggal di camp.

Seketika itu juga warga berduyun – duyun menuju TKP dibantu dengan personel Polsek Napal Putih dan Babinsa dari Koramil Ketahun dilakukan upaya pencarian. Namun sampai saat ini masayarakat baru menemukan motor milik korban dan sudah dievakuasi. Sementara tubuh korban sendiri belum ditemukan.

“Sampai saat ini masyarakat bersama pihak kepolisian, TNI dan karyawan PT. AAUSE masih terus mencari korban dengan menyisiri sungai menggunakan alat seadanya. Kita berdoa semoga korban segera ditemukan,” tutupnya.

 

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial

Notice: Undefined index: sfsi_icons_Alignment_via_widget in /home/u2178858/public_html/berandabengkulu.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-icons/libs/sfsi_widget.php on line 121

Notice: Undefined index: sfsi_icons_Alignment_via_shortcode in /home/u2178858/public_html/berandabengkulu.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-icons/libs/sfsi_widget.php on line 122
Facebook
Facebook
Twitter
LinkedIn
Instagram
Telegram