Mangkrak, Gapura Tabat Lebong-Bengkulu Utara Layaknya Bangunan Usang

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Pemandangan menarik terlihat ketika pengguna kendaraan dari Bengkulu-Lebong dan Lebong Bengkulu, melintasi wilayah Bukit Resam Desa Rena Jaya Kecamatan Giri Mulya Kabupaten BU. Bagaimana tidak, terlihat bangunan Gapura pembatas antara Kabupaten Lebong dan Bengkulu Utara yang mangkrak sehingga terkesan layaknya bangunan usang.

Padahal diketahui, bangunan yang dianggarkan melalui APBD Bengkulu Utara Tahun anggaran 2017 tersebut, menguras anggaran nyaris 1 Milyar. Yakni mencapai Rp. 700 Juta, yang hingga saat ini bangunan tersebut masih seperti bangunan usang, ditinggalkan lantaran adanya polemik.

Diungkapkan salah satu pengendara kendaraan yang melintas menuju ke Bengkulu, Amri warga Kecamatan Lebong Atas, menyayangkan gapura perbatasan yang terlihat seperti bangunan usang tersebut. Dikatakan Amri, jika dilihat dari struktur bangunan, gapura ini terkesan megah dan menarik namun saat sayang pembangunannya bisa berhenti.

“Saya tidak terlalu mengerti dengan masalah pembangunan gapura ini bisa mangkrak, sangat disayangkan.Padahal jika pembangunan ini dapat selesai, tentunya akan terlihat menarik,” ujarnya berlalu melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten BU Heru Susanto dikonfirmasi terkait hal ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas terhentinya pembangunan gapura tersebut,mengingat adanya masalah penolakan dari warga. Namun demikian, pihaknya memastikan tahun 2019 pembangunan akan dilanjutkan.

“Pembangunan tahun 2017 lalu semestinya dapat dirampungkan, namun lantaran adanya beberapa kendala mulai dari penolakan warga hingga adanya kejadian pembakaran kem pekerja, sehingga untuk menghindari masalah berlanjut pembangunan tidak dapat diselesaikan,” bebernya.

Sejauh ini, untuk pembangunan gapura yang dilaksanakan pada tahun 2017 lalu, itu seluruh administrasinya hingga pembayarannya sudah diselesaikan. Sementara untuk finishing, akan dilanjutkan yang menggunakan anggaran APBD 2019, dan itupun akan disesuaikan dengan kebutuhan dan penghitungan pembangunan lanjutan gapura tersebut.

“Harapan kita pembangunan lanjutan gapura tabat ini nantinya tidak lagi ada kendala seperti yang terjadi tahun 2017. Sementara, untuk melanjutkan pembangunan ini nantinya, kemungkinan besaran anggaran akan lebih Rp. 200 Juta dari pembangunan pertama,” tutupnya.

Baca :

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial