Beranda Daerah Bengkulu Utara Truck Monster Milik Orang Kaya Bengkulu Utara, Kembali Dikeluhkan Masyarakat

Truck Monster Milik Orang Kaya Bengkulu Utara, Kembali Dikeluhkan Masyarakat

1073
0
Tronton roda 10
Inilah truck monster roda 10 yang dikeluhkan masyarakat, disebut menjadi penyebab menghancurkan jalan

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Kendati sudah di demo oleh masyarakat setempat, yakni wilayah Kecamatan Tanjung Agung Palik Bengkulu Utara, dan sempat menghentikan aktifitasnya. Namun saat ini, masyarakat lagi-lagi mengeluhkan keganasan sang monster milik para orang kaya di wilayah tersebut. Bagaimana tidak, monster yang disebut, ialah truck tronton roda 10, yang saat ini mulai merusak jalan di wilayah link Kerkap-Lubuk Durian Bengkulu Utara, yang baru selesai dibangun pada tahun 2018 lalu, lantaran mengangkut beban hasil galian C dengan muatan 30 ton.

Keluhan ini disampaikan oleh Rodi, yang bertempat tinggal di perlintasan jalan Kerkap-Lubuk Durian tersebut. Saat ini, ia sangat mengeluhkan lalu lalangnya truck besar dengan roda 10 tersebut. Bagaimana tidak, selain membuat polusi debu yang berlebihan, juga dengan muatannya sudah merusak jalan, yang baru saja dibangun oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Padahal, jalan yang baru saja dibangun ini, sudah lama di nanti-nanti masyarakat, dan hancur kembali hanya dengan hitungan waktu yang pendek, lantaran dilintasi oleh truck tronton yang melebihi tonase.

“Sejatinya, truck tersebut tidak diperbolehkan melintasi wilayah ini. Mengingat, jalan yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu ini, yang lama sudah di idam-idamkan masyarakat kami, tidak dapat dilintasi oleh truck yang melebihi tonase. Namun, oleh orang kaya setempat yang memiliki galian C, yang namanya tidak mungkin saya sebutkan, karena semua orang juga sudah tahu. Seperti tidak berdosa, menggunakan jalan ini dengan truck roda 10 nya. Padahal, jalan ini jelas sangat dibutuhkan oleh masyarakat, jika sudah rusak kembali seperti ini siapa yang jadi korban, tentunya masyarakat!,” ujarnya.

Hal ini pun tidak dibantah oleh Nirwan Tomeri, selaku Camat Tanjung Agung Palik Bengkulu Utara, yang mengaku sudah banyak masyarakat yang mendatanginya dan mengeluhkan hal tersebut. Mengingat, ini bukanlah ranah kewenangannya, ia pun tidak dapat menjawab semua keluhan masyarakat Tanjung Agung Palik ini. Sejauh ini, pihaknya hanya dapat memberikan saran bijak, mengurangi emosi masyarakat. Ia pun berharap, kepada pihak yang berwenang, agar segera menegur hal tersebut. Lantaran, ia khawatir tidak dapat meredam emosi masyarakat, yang akan melakukan tindakan anarkis diluar kontrolnya, sebagai wakil pemerintah di Kecamatan ini.

“Iya saya akui, sudah banyak masyarakat yang datang mengeluh kepada saya. Namun saya mau jawab apa, karena ini bukan kewenangan saya. Sejauh ini, saya hanya bisa memberi saran bijak kepada masyarakat, agar tidak mudah terpancing emosi dan melakukan tindakan diluar kontrol,” tandasnya.

Laporan : Dikkie
Editor : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here