Beranda Daerah Bengkulu Utara Truck Monster Orang Kaya Bengkulu Utara Dikeluhkan Warga, Begini Kata Bupati

Truck Monster Orang Kaya Bengkulu Utara Dikeluhkan Warga, Begini Kata Bupati

745
0
Truck monster

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Terkait truck monster milik orang kaya, di wilayah Kecamatan Tanjung Agung Palik hingga Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara (BU) yang beroperasi. Dimana, menjadi keluhan masyarakat telah merusak jalan dan menyebarkan debu. Bupati Bengkulu Ir. Mi’an angkat bicara, dan sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan BU untuk melakukan sweeping persuasif, agar melarang truck monster roda 10 tersebut, tidak beroperasi lagi.

Baca berita terkait :

Truck Monster Milik Orang Kaya Bengkulu Utara, Kembali Dikeluhkan Masyarakat

Hal ini ditegaskan Mi’an, berdasarkan telah banyak keluhan para warga di Kecamatan tersebut. Dimana, banyaknya mobil-mobil besar roda 10 yang berasal dari perusahaan-perusahaan galian C, bermuatan hingga 30 ton, melewati wilayah tersebut. Yakni, wilayah Kerkap – Lubuk Durian. Selain, membuat polusi debu yang berlebihan, juga dengan muatannya sudah merusak jalan, yang baru saja dibangun oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 lalu.

“Ya terkait dengan hal tersebut, saya sudah perintahkan langsung Kepala Dishub BU untuk melakukan Sweeping setiap hari, untuk melarang mobil-mobil yang bertonase besar, melewati kawasan jalan yang ada di Kecamatan Tanjung Agung Palik ini. Kita meminta dilakukan, secara persuasif kepada pihak perusahaan pemilik truk-truk besar tersebut,” kata Mian.

Mi’an menambahkan, bahwa untuk larangan sudah dilakukan pihak Dishub dengan cara persuasif kepada perusahan-persusahan mulai Sabtu (3/8) lalu. Mudah-mudahan, mulai besok Senin (5/6) truk tronton sudah tidak beroperasi kembali di jalan tersebut. Ini dilakukan, karena kapasitas dan kekuatan jalan tidak sesuai dengan kendaraan bertonase besar, akan tetapi tetap diperbolehkan beroperasi. Hanya saja, harus menggunakan truk-truk kecil biasa.

“Inshaallah, pihak Dishub sudah lakukan pertemuan ke pihak perusahaan secara persuasif, tetap diperbolehkan beroperasi, akan tetapi hanya gunakan truk-truk kecil saja,” tandasnya.

Laporan : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here