Bengkulu Utara Seriusi Atasi Stunting Secara Terintegrasi

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, dibawah kepemimpinan Ir. H. Mian dan Wabup Arie Septia Adinata, SE, MM kembali menorehkan prestasi kinerja di tahun 2019. Hal ini terlihat, dalam forum Rapat Kerja Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Intervensi Penurunan STUNTING Terintegrasi di Provinsi Bengkulu, yang bertempat di ruang pola Pemda Provinsi Bengkulu, Selasa (20/8).

Dalam forum ini, telah dilakukan penilaian terhadap kabupaten/kota lokus STUNTING di Provinsi Bengkulu, dari delapan Aksi Integrasi Penurunan STUNTING, yang dilakukan penilaian adalah sampai dengan aksi ke empat. Setelah tahap penilaian ini, akan dilanjutkan pelaksanaan aksi kelima sampai dengan ke delapan aksi integrasi.

“Dikarenakan pada hari dan jam yang sama, Bapak Bupati Bengkulu Utara Ir. H. Mian tidak dapat hadir dalam acara forum ini, lantaran sedang menghadiri acara Ekspose Usulan Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan, dalam rangka revisi RTRW Provinsi Bengkulu di Kementerian LHK. “Alhamdulillah Kabupaten Bengkulu Utara mendapatkan prestasi pada 4 kategori, yakni terbaik kinerjanya, terinovasi, teraplikasi dan terapliktif, dalam pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi,” ujar Wabup BU Arie Septia Adinata, SE.

Lebih lanjut Arie menambahkan, Pada 4 aksi integrasi berikutnya, merupakan tantangan yang cukup berat bagi Kabupaten Bengkulu Utara, dalam upaya penanganan pencegahan dan penurunan stunting. Karena, stunting merupakan ancaman daerah dan Indonesia. Mengingat, anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik, tetapi juga pertumbuhan otak dan efeknya. SDM menjadi tidak produktif, yang berdampak pada terganggunya kemajuan daerah dan negara.

“Pemerintah akan terus fokus, untuk menurunkan jumlah permasalahan kekurangan gizi kronis (stunting), yang ada di kabupaten/kota, khususnya di Bengkulu Utara, yang harus diselesaikan secara terintegrasi dengan lintas sektor. Masalah stunting, sudah menjadi perhatian serius Pemerintah,” bebernya.

Arie juga menyampaikan, bahwa mulai ditandatanganinya Surat Pernyataan Komitmen bersama setwapres, yang menangani stunting beberapa waktu yang lalu. Maka, Bengkulu Utara siap melakukan delapan aksi integrasi tersebut, dengan mengedepankan integrasi antar SKPD dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Bengkulu Utara.

“Permasalahan stunting adalah masalah multi dimensi, diantaranya mencakup masalah gizi yang kurang, pelayanan kesehatan yang belum optimal, kemiskinan, ketidaktahuan, ketidakpedulian, lingkungan yang kurang baik, belum optimalnya infrastruktur air minum dan sanitasi yang layak, untuk itu. Kita perlu merencanakan dan melaksanakan 8 aksi konvergensi,” demikian Arie.

Laporan : Dikkie
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial