Terungkap, Aksi Pencabulan Kakak Ipar Sudah Dilakukannya 4 Kali

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Terungkap, aksi binatang yang dilakukan oleh Da (22) warga desa Kuro Tidur Kecamatan Arga Makmur bengkulu Utara, yang sudah mencabuli adik ipar tirinya sebut saja Bunga yang saat ini baru berusia 11 tahun, sudah dilakukannya sebanyak 4 kali. Dimana aksi tersebut, dilakukannya sejak tahun 2016, bunga yang baru berusia 8 tahun. Terungkapnya kejadian ini, setelah korban melaporkan perlakuan yang diterimanya kepada bibi korban yang langsung diteruskan ke pihak Mapolres Bengkulu Utara.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara,S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.Ik menjelaskan dalam jumpa pers yang digelarnya pada Rabu (11/12), bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan korban. Alhasil, terungkap bahwa kejadian pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap korban sudah 4 kali, sejak tahun 2016 lalu. Dan ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari bibi korban, yang langsung ditindaklanjuti mengamankan pelaku.
“Tersangka DA, kita amankan 2 hari lalu tepatnya (8/12). Dari hasil pemeriksaan kita, DA melakukan aksi bejatnya tersebut dari tahun 2016 lalu, dan sudha dilakukannya sebanyak 4 kali. Namun kami menduga, perbuatannya tersbeut sudah dilakukannya berulang-ulang kali lebih dari 4 kali,” ujar Kasat.
Jery pun menambahkan, status korban adalah adik ipar pelaku yang diketahui, tinggal bersama serumah. Dijelaskannya lebih jauh, kejadian ini berdasarkan hasil pemeriksaan berawal pada tahun 2016 lalu. Dimana, saat itu pelaku memasuki kamar korban dengan modus mengambil ponsel. Namun, korban yang tengah membereskan kamar terkejut, ketika pelaku yang langsung memeluknya dari belakang. Pada saat kejadian itu, korban sempat berusaha melakukan pemeberontakan, namun usaha korban ini mendapatkan perlakuan kekerasan, yang berujung dengan ancaman agar korban tidak melaporkan kejadian tersebut kepada istri pelaku.
“Korban yang ketakutan, langsung dimanfaatkan oleh pelaku melancarkan aksi biadabnya kepada bocah yang baru berusia 8 tahun tersebut. Tidak hanya itu, aksi pelaku ini terus dilakukannya lantaran merasa aman, dan terkahir aksi tersebut dilakukannya pada 7 Desember 2019 lalu,” terang Kasat.
Merasa kerap mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh sejak beberapa tahun belakangan, korban kemudian memberanikan diri menceritakan apa yang dialaminya, selama tinggal bersama pelaku dan kakak tirinya. terang saja, pengakuan korban ini membuat bibi korban naik pitam, dan langsung mendampingi korban melapor ke pihak Kepolisian. Alhasil, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. AKibat perbuatan pelaku ini, pihaknya akan menjerat pelaku dengan ancaman pidana kurungan selama 15 tahun pernjara sesuai dengan aturan Undang-undang perlindungan anak Pasal 82 ayat 1 JO 76E UU RI NO 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI NO 32 Tahun 2002.
“Ya, pelaku akan kami jerat dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” tegasnya.
Lebih jauh Jery memaparkan kondisi korban saat ini, dikatakannya korban tengah mengalami kondisi trauma berat. Saat ini pun, pihaknya bersama dengan OPD terkait melakukan pendampingan terhadap korban, guna memulihkan kondisi psikis yang saat ini dialaminya.
“Saat ini, korban mengalami trauma. Namun dari pihak PPA kita sendiri akan melakukan pendampingan terhadap korban bersama-sama instansi terkait untuk memulihkan psikis korban,” tutupnya.
Laporan : Aris
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *