RSUD Arga Makmur Siap Tangani Pasien Virus Corona

Spread the love

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Rumah Sakit Umum Daerah Arga Makmur menjadi satu dari 100 Rumah Sakit Nasional yang menjadi pusat rujukan penanganan pasien Novel Corona Virus (nCoV) atau yang biasa disebut Virus Corona Covid-19 yang menaungi beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu. Diketahui, nCov merupakan virus jenis baru, yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Sehingga, persiapan untuk menangani pasien yang terjangkit, sudah jauh hari dipersiapkan guna mengantisipasinya. Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Arga Makmur dr. Jasmen Silitonga, Sp.KK, M.Kes

Jasmen pun memaparkan, untuk penanganan pasien nanti, pihaknya melihat kondisi flu dan pasien yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri.

“Gejala pasien nCoV biasanya flu, sesak dan ada riwayat bepergian ke china atau ke negara lainnya. Nah pasien seperti ini akan kita evaluasi. Penyebarannya dari udara dan air ludah,” ujar Jasmen.

Jasmen pun juga menjelaskan penanganan pasien, dimulai sejak pemeriksaan pasien nCoV dilakukan melalui pengambilan sampel swap dari tenggorokan serta dengan pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan ini, akan keluar 2-3 hari kemudian. Namun, sampai saat ini belum ada vaksin nCoV. Ia pun memastikan, RSUD Arga Makmur siap dalam menangani pasien nCoV, baik dari sumber daya manusia melalui Tim Penanganan Virus Corona Covid-19, mulai dari sarana dan prasarana serta alur penanganan yang tepat sesuai standar prosedur operasional yang berlaku.

“RSUD Arga Makmur sendiri siap menangani kasus ini. Kami punya Tim Penanganan Virus Corona Covid-19, yang sebenarnya tidak hanya menangani kasus ini saja, melainkan kasus KLB lain. Sejak tahun tahun sebelumnya kami telah menangani kasus flu burung dan juga menangani KLB lainnya. Alur penanganan kasus ini, sudah kita update, APD nya juga ada,” jelas Jasmen

Tim Penanganan Virus Corona Covid-19 dibentuk sebagai upaya kesiapsiagaan Rumah Sakit milik daerah, dalam menghadapi setiap kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sewaktu-waktu bisa terjadi, seperti yang baru-baru ini terjadi, KLB keracunan menjadi kasus terakhir yang telah ditangani. Tim ini terdiri dari 16 orang tenaga medis, diantaranya dokter spesialis yang berlatar belakang dari berbagai spesialisasi dan juga pencegah dan pengendalian infeksi, serta tenaga medis lainnya.

“Sejauh ini, untuk mengantisipasi dan penanganan pasien virus corona, kita sudah menyiapkan 1 bangsal Flamboyan dengan 8 bed tempat tidur, yang merupakan ruangan isolasi. Kemudian, labor serta ruang ICU untuk penanganan kasus berat, seperti gangguan pernapasan akut. Dan jika sewaktu-waktu pasien yang dirawat melebihi ruangan yang tersedia, beliau mengaku Rumah Sakit juga sudah menyediakan ruangan cadangan dan tidak akan merujuk pasiennya,” demikian Jasmen.

Laporan : Aris
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *