Bengkulu Utara

SMKN 3 Bengkulu Utara, Bakal Ikuti Sistem Yang dibuat Pemerintah Pusat

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Kendati adanya sistem pembelajaran baru, yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI Nadim Makarim, yang bakal menghapuskan sistem Ujian Nasional. Pihak SMKN 3 Bengkulu Utara, belum akan menerapkan sistem itu pada tahun ajaran 2020 ini. Hal ini ditegaskan, oleh Syaiful, S.Pd kepada awak media.

“Kami belum akan menerapkan sistem penghapusan Ujian Nasional tersebut tahun 2020 ini, mengingat itu akan membuat bingung guru dan pelajar. Terlebih, mereka sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional mendatang,” tegas Syaiful.

Syaiful menjelaskan alasan lain, yang belum akan menerapkan penghapusan UN tersebut, dikarenakan wacana ini masih dinilai prematur. Menurutnya, ini merupakan hal yang lumrah setiap pergantian menteri, sistem selalu berubah. Pihaknya yang berada langsung disekolah, tidak akan serta merta mengikuti perubahan tersebut jika belum diputusakan secara resmi.

“Sistem yang disampaikan Mendikbud itu, belum akan diterpakannya karena masih prematur. Timbulnya pro dan kontra membuat belum matangnya sistem yang diwacanakan itu. Sehingga, kita yang berada langsung di ujung tombak pendidikan, akan menyesuaikan diri tetap pada sistem lama,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga akan menimbang untung dan ruginya jika menerapkan sistem baru. Dimana, penerapan sistem dari atas tersebut, akan dilihat dari dukungan dan penolakan. Yang pasti, pertimbangan utamanya seberapa penting UN tersebut jika tetap diadakan, dan jika dihapus dampak apa yang akan muncul.

“Yang pasti, jika ada sistem baru nanti. Kami belum siap, terlebih untuk persiapan khusus. Kendati demikian, jika memang harus diterapkan, kita akan menggenjot prestasi skill pelajar terutama untuk kami yang berada di sekolah kejuruan,” imbuhnya.

Disisi lain, Syaiful juga berpendapat terkait wacana Mendikbud ini. Menurutnya, jika itu diterapkan berarti untuk perguruan tinggi juga mengalami perubahan. Dimana, dalam penerimaannya nanti tentunya tidak lagi mempertanyakan hasil UN. Lalu, seperti apa yang akan terjadi jika referensi perguruan tinggi tidak menggunakan hasil UN, itu juga yang masih diragukan oleh para tenaga pendidik di Indoenasia ini.

Laporan : Aris
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *