Siti : Dana Kelurahan Sudah Sesuai Regulasi
BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Kepala Bappeda Bengkulu Utara (BU), Siti Qoriah Rosdiyana akhirnya angkat bicara terkait keluhan para lurah mengenai dana kelurahan. Menurut Siti, dana kelurahan sudah dialokasikan melalui DAU tambahan. Namun masih ada kendala, dimana setelah DPA disahkan barulah pada bulan Januari permendagri dan PMK-nya keluar. Dan lagi ada menu yang belum tepat untuk penggunaan dana kelurahan tersebut.
“Namun kami sudah mengumpulkan camat dan seluruh lurah untuk membahasnya dan dari hasil rapat disepakatilah dana kelurahan ini diakomodir di pergeseran anggaran di APBD perubahan,” ujar Siti.
Untuk diketahui, lanjut Siti, selama ini dana kelurahan masih menempel di kecamatan, mengingat kelurahan bukan SKPD tersendiri jadi tidak berhak memegang dana. Jadi yang lebih berhak adalah pihak kecamatan dan memang seharusnya camat yang lebih pro aktif koordinasi kepada bappeda atau BPKAD. Pasalnya apabila dana kelurahan ini dicairkan yang berhak mencairkanya masih pihak kecamatan, terkecuali ada beberapa item yang di KPA-kan, barulah pihak kelurahan yang mengolahnya.
“Sekarang yang jadi pertanyaan kok pihak kelurahan yang ngotot, apakah pihak kelurahan ini sudah ditunjuk menjadi KPA-nya atau belum? Kalau belum pihak lurah jangan merengek ke BPKAD atau Bappeda dong, seharusnya ke pak camatnya,” ucapnya.
Namun demikian, pihaknya tidak ingin menyalahkan siapapun terkait hal ini. Yang pastinya pihaknya tetap membantu.
“Tidak mungkinlah gara-gara terhutang baju hansip lurah harus dipenjara, sebab aspirasi pihak kelurahan sudah kita akomodir hanya saja saat ini masih butuh proses,” sambungnya.
Lebih jauh siti menjelaskan, dana kelurahan untuk di DAU tambahan setelah dibagi 5 kelurahan ada sekitar Rp 370 juta. Sebelumnya, sudah disalurkan Rp 10 juta ke kelurahan, dan kekurangannya nanti akan diakomodir di APBD perubahan.
“Namun kita lihat, proses selanjutnya apakah pencairan dana kelurahan ini di KPA-kan atau tidak. Jika tidak, ada perubahan bulan Maret ini akan terealisasi,” tutupnya.
Laporan : Dikkie
Editor : Redaksi
