Bupati Bengkulu Utara Lantik 183 Kepala Desa Terpilih Berikut Pesannya
BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Sebanyak 183 Kepala Desa Terpilih se Kabupaten Bengkulu Utara, Jum’at sore (29/7) bertempat di halaman kantor Pemkab BU dilantik serta diambil sumpah jabatannya langsung oleh Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an yang didampingi oleh Wabup BU Arie Septia Adinata, SE. Pelantikan ini juga dihadiri oleh Kapolres Bengkulu Utara AKBP Andy Pramudya Wardana, S.IK, Dandim 0423, Asisten I, II dan III, dan sejumlah Anggota DPRD Bengkulu Utara dan seluruh Camat sekabupaten Bengkulu Utara serta kepala OPD Kabupaten Bengkulu Utara.
Dalam penyampaiannya, selepas memandu sumpah janji pelantikan, dan juga menyerahkan SK pengangkatan serta pemasangan tanda jabatan Kades terpilih. Mi’an, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas peran serta dan keterlibatannya, sehingga pilkades serentak dapat terlaksana dengan baik, khususnya kepada warga desa yang telah menyelenggarakan pesta demokrasi dengan tertib, aman dan sehat.
“Selamat dan sukses kepada Kepala Desa yang baru saja dilantik, dan kepada masyarakat desa yang telah berhasil mempunyai pemimpin baru. Semoga, pemimpin baru bisa menjalankan amanah sesuai dengan aturan yanga ada,” ujarnya.
Ditambahkannya, bagi Kepala desa yang sudah dilantik diharapkan bisa mentaati peraturan dan undang-undang tentang desa dan peraturan-peraturan yang ada di Pemerintah Daerah Bengkulu Utara, agar nantinya para Kades terpilih dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya. Selain itu, ia pun mengingatkan agar sama sama mempunyai pandangan yang sama dan pola pikir yang sama, serta tindak yang sama dan narasi yang sama. Dimana, niat menjadi kepala Desa adalah ibadah. Kemudian, niatnya bermanfaat hal itu juga menjadi kepala Desa dari suratan tangan dari yang maha kuasa.
“Tiga kondisi ini, kita kolaborasi secara bersama. Insyaallah, nanti akan berjalan dengan ikhlas diikuti kerja tuntas dan bekerja cerdas,” imbuhnya.
Lebih jauh ia menyampaikan, kedepan ia meminta penegasan. Saat ini, sudah tidak zamannya kepala Desa hanya jadi komando, kepala desa banyak turun menyentuh masyarakat dan kades juga siap menyambangi masyarakat. Kepala Desa memetakan kondisi riil yang ada ditengah masyarakat, dengan begitu tidak ada yang tahu duluan, kecuali kades karena semua harus diayomi dan dilindungi oleh kades.
“Terakhir, kuasai aturan jangan sampai niatnya menjadi kepala desa, hanya memiliki niat yang mencari keuntungan pribadi. Mentang mentang, melihat APBDesnya diatas satu miliar, orientasinya anggaran besar tetapi dimulailah kondisi yang harus diperhatikan secara terus menerus,” pungkasnya.
Laporan : Starmox
Editor : Redaksi
Status : Advetorial

