Pembangunan Sumur Bor Desa Lubuk Tanjung Dikeluhkan Warga, Kantor Desa Tidak Berpenghuni
BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Warga Desa Lubuk Tanjung Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara, keluhkan pembangunan sumur bor, yang dibangun oleh Pemerintah Desa Lubuk Tanjung, yang dinilai belum memberikan manfaat bagi masyarakat. Pasalnya, airnya belum mengalir. Hal ini diakui, oleh salah satu masyarakat setempat yang namanya tidak ingin disebutkan, ketika dikonfirmasi awak media pada Selasa (23/11).
“Kami bingunglah, sumur bor yang sudah dibangun desa ini kenapa hingga saat ini belum bisa dinikmati, karena airnya tidak ada. Jadi, untuk apo sumur bor ko bangun. Padahal, sumur bor kalau memang bagus bisa bermanfaat bagi masyarakat sini,” ujar ibu ibu yang ditemui awak media, namun enggan sebutkan nama.
Ketika awak media mencoba untuk mengkonfirmasi, kepada pihak Pemdes Lubuk Tanjung, di Kantor Desa. Awak media, justru disuguhkan pemandangan yang tidak lazim. Bagaimana tidak, ketika disambangi kantor desa dalam keadaan tidak berpenghuni. Padahal, waktu ketika disambangi masih menunjukkan Pukul 14.32 WIB, yang merupakan jam kantor sesuai dengan regulasi Peraturan Bupati (Perbup) Bengkulu Utara. Ternyata, masyarakat setempat ketika ditanya kondisi tersebut, menyatakan seperti inilah kondisi kantor setiap harinya. Awak media pun, berupaya mencari Kades Lubuk Tanjung bernama Rodi ke kediamannya. Namun sayangnya, putra kades menyebutkan bahwa orang tuanya tidak berada di rumah.
“Bapak tidak ada di rumah, dari siang tadi pergi belum pulang,” singkat putra Kades Lubuk Tanjung.
Alhasil, hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan hak jawab Kades Lubuk Tanjung, perihal pembangunan sumur bor yang dikeluhkan warganya.
Laporan : CW Star
Editor : Redaksi

