Tambal Sulam Jalan Kota Argamakmur Mangkrak, Berpotensi Lakalantas

Spread the love

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Ironis, ulah Dinas PUPR Bengkulu Utara patut menjadi sorotan masyarakat. Bagaimana tidak, proyek tambal sulam yang dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan, ditinggalkan dengan kondisi lubang di jalan yang sudah di keruk. Alhasil, belum berlanjutnya alias mangkraknya pekerjaan tambal sulam ini, berpotensi sebabkan kecelakaan lalu lintas. Hal ini seperti yang terlihat, kondisi jalan yang berlubang semakin parah akibat dikeruk oleh pihak Dinas terkait.

Sorotan masyarakat, muncul dari ketua ALiansi LSM Bengkulu Utara Rozi, yang sangat meyayangkan ulah dari pihak Dinas PUPR Bengkulu Utara ini. Dikatakannya, saat ini kondisi jalan berlubang pasca di keruk oleh pihak Dinas PUPR BU semakin parah. Ironisnya lagi, yang ia soroti pekerjaan penambalan jalan ini menjadi pertanyaan mengapa berhenti, dengan meninggalkan lubang jalan yang menganga.

“Masa iya, perbaikan jalan berlubang di wilayah kota Argamakmur, hanya dikorek-korek lalu ditinggalkan, dengan dalil belum ada anggaran,” ujar Rozi.

Rozi pun menilai, apa yang sudah dilakukan oleh pihak Dinas PUPR BU ini jela setelah merugikan masyarakat Bengkulu Utara. Hal ini jelas terlihat kasat mata, dengan kondisi lubang yang sudah di lubangi semakin besar oleh pihak dinas PUPR BU, jelas sekali berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Lihat saja sendiri, dengan lubang menganga dan bersending, apa nggak merugikan masyarakat BU. Terlebih lagi pengguna kendaraan bermotor, yang bisa menyebabkan kecelakaan menghilangkan nyawa seseorang. Kami harap, ini menjadi perhatian, pihak dinas terkait segera mengambil tindakan jangan dibiarkan seperti itu. Kami pun meminta, peran pihak legislatif dalam hal pengawasan, tolong dong suara rakyat itu di dengar dan disalurkan, jangan hanya makan gaji buta saja,” imbuhnya.

Terpisah PPTK pekerjaan tambal sulam ini yang juga sebagai Kepala UPTD Workshop PUPR Bengkulu Utara, Hadi ketika dikonfirmasi terkait pekerjaan yang terkesan ditinggalkan tersebut, mengaku. Bahwa pekerjaan tersebut bukan diberhentikan, melainkan ditunda untuk dilakukan pengukuran terlebih dahulu dan disisi lain juga pihaknya masih mencari material.

“Itu pekerjaan bukan diberhentikan, melainkan kita stop untuk pengukuran, dan mencari material dulu. Sejauh ini, dananya juga belum ada sepeser pun,” singkat Hadi.

Laporan : Yedi
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *