Minta Dikhlaskan, Seorang Kakek Akhiri Hidupnya Dengan Seutas Tali
BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Entah apa yang ada dibenak seorang kakek, Jatmiko (68) warga Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara, yang nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali yang dijeratkan dilehernya. Kejadian yang terjadi pada Minggu pagi (4/11) ini, mendadak menggemparkan warga setempat yang kebetulan tengah menggelar hajatan nikahan. Pasalnya, sang kakek sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi tergantung di garasi mobil.
Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, S.Ik melalui Kapolsek Putri Hijau AKP A Musrin Muzani, S.Ik tidak membantah kejadian tersebut, dimana kejadian yang terjadi kisaran pukul 09.28 WIB, pertama kali diketahui oleh istrinya sendiri yang shock terkejut melihat tubuh suaminya sudah tergantung dengan seutas tali yang melilit bagian lehernya.
“Kita belum mengetahui kepastian penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, namun sejauh ini petunjuk dari aksi nekat korban ini terdapat coretan di dinding tepat disebelah TKP, yang diketahui berbentuk pesan terakhir yang bertuliskan dengan lafadz jawa yang meminta untuk diikhlaskan, dan bertanya atas kesalahannya,” ujar Kapolsek.
Dijelaskan Kapolsek, warga yang tengah ramai di tempat hajatan mendengar jeritan istri korban, mendadak bubar dan mendatangi asal suara. Yang ternyata, setelah tiba didapati istri korban terlihat tidak percaya akan aksi nekat korban yang mengakhiri hidupnya, ia terlihat shock dan hanya bisa menangis. Atas intruksi Kades, selain menghubungi pihak Kepolisian, tubuh korban yang masih terlilit dengan tali perlahan di turunkan, yang ketika sudah dilepaskan tali yang menjerat lehernya sudah meninggalkan bekas membiru dilehernya yang juga nyawanya pun sudah tidak ada lagi.
“Berdasarkan hasil pengecekan pihak dokter Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban tewas diduga karena kehabisan nafas lantaran saluran pernafasannya terlilit tali yang menyebabkan penyumbatan. Dimana, dalam aksi ini korban ketika kehabisan nafas langsung mengeluarkan cairan dari alat vitalnya serta kotoran dari anusnya, yang diketahui pertanda jasadnya murni meninggal dunia karena gantung diri. Sejauh ini, keluarga korban enggan untuk dilakukan visum dan jenazahnya langsung dikebumikan,” dmeikian Kapolsek.
Laporan : Redaksi

