Alumni Unras Menjerit ” Apa Salah Kami”?

Spread the love

Disinyalir Syarat Penerimaan CPNS, Kuat Muatan Politis

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Penerimaan CPNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) memanas. Bagaimana tidak, belum dibuka pendaftaran saja pihak Pemkab disinyalir telah memasukkan unsur politis kedalam perekrutan ini. Hal ini terlihat dari syarat bakal calon CPNS wajib jebolan kampus yang terakreditasi B, yang berbeda dengan daerah lain yang tidak mengacu kepada hal tersebut.

Melihat kondisi ini, seperti yang diakui Kepala BKPSDM BU bahwa pembuatan persyaratan hingga akreditasi kampus tersebut berdasarkan hasil keputusan panitia yang dibentuk dimana ketuanya merupakan orang nomor satu di ASN Pemkab BU yakni Sekda, menentukan hal tersebut. Dengan keputusan ini, dapat dipastikan jebolan Universitas Ratu Samban (Unras) Arga Makmur, yang notabenennya putra daerah tidak akan dapat mengikuti seleksi CPNS tahun ini, lantaran kampus Unras hanya terakreditasi C.

Disisi lain, sikap Pemkab BU memperketat syarat perekrutan CPNS ini juga terindikasi adanya muatan politis. Ini dikarenakan, pihak pemkab BU yang diketahui tidak pro dengan managemen Unras saat ini yang diketahui dipimpin oleh eks Bupati BU Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, MM, M.Si selaku rektor. Lebih jauh ditelisik, mengapa dugaan politis masuk dalam perekrutan ini terlihat dari pengucuran dana beasiswa yang tidak melalui yayasan yang diakui oleh Dikti untuk mengelola Unras.

Menanggapi keputusan dari Pemkab BU ini sangat disayangkan oleh alumni Unras yang menjerit akan kebijakan keras ini. Dimana dalam jeritan para alumni yang berharap besar dapat ikut menjadi bagian dari Pemkab BU sebagai putra daerah ini, mempertanyakan apa salah mereka sehingga harus di bully hanya untuk menjadi CPNS. Ini diungkapkan oleh Gusyadi, yang merupakan alumni Unras menuturkan. Mengapa, hanya kabupaten BU saja satu satunya di Provinsi Bengkulu yang membuat syarat akreditasi kampus B.

” Kami alumni unras tidak ada salah, mengapa harus menjadi korban politik. Dimana, syarat akreditasi CPNS sudah memupuskan harapan kami sebagai putra daerah terlebih menutup langsung peluang alumni Unras. Padahal selama ini, tidak pernah ada persyaratan seperti ini, bahkan sekarang pun se Provinsi Bengkulu hanya BU yg memberlakukan,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, Kepala BKPSDM Setyo Budi Raharjo berdalih bahwa pihaknya tidak bermaksud mengesampingkan lulusan Unras. Melainkan, keputusan dalam membuat persyaratan seperti ini adalah keputusan tim.

” Ini sudah menjadi peraturan yang disepakati bersama oleh tim seleksi CPNS, dan sudah dikoordinasikan dengan Kemenpan RB,” kilahnya.

Mendapat informasi ini, Dedi Syafroni anggota DPRD BU yang memiliki suara lantang disetiap pertemuan resmi legislatif dan eksekutif angkat bicara, menurutnya apa yang sudah dilakukan oleh pihak Pemkab BU sudah tidak bagus, karena itu sangat merugikan putra daerah.

” Dak benar buat aturan ini pemerintah daerah, seharusnya utamakan dulu putra daerah yg ada di kabupaten Bengkulu Utara,” tegasnya.

Dedi menuturkan, dengan kebijakan yang seenaknya seperti ini disampaikan Dedi khususnya Unras mau seperti apa nasib alumni Unras ini nantinya.

” Ndak dikemanokan anak anak kito nih setelah wisuda?, dicarikan solusinyo, kalo sudah dibatasi begini dengan aturan yg di buat Bupati, akreditasi harus B parah. Buka aturan yang sebenarnya dari Menpan RB, jangan mengada-ada seperti ini,” imbuhnya.

Mendapatkan support dari anggota DPRD Ribuan alumni Unras Kabupaten Bengkulu Utara, diprediksi bakal memadati kampus di Jalan Sudirman, Argamakmur tersebut, besok Jumat (21/9) pukul 14.00 WIB.

Pasalnya, undangan terbuka disampaikan beberapa alumni melalui pesan singkat berantai, dalam memperjuangkan keikutsertaan mereka pada seleksi CPNS 2018 di Kabupaten Bengkulu Utara, terganjal persyaratan khusus yang diteken Bupati Bengkulu Utara, Mian melalui pengumuman Nomor: 800/0789/BKPSDM/II/2018 tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2018, menyebutkan lulusan perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B. Sedangkan Unras terakreditasi C.

“Salam perjuangan, sangat benar. Yayasan juga bakal hadir,” kata Sekretaris Yayasan Ratu Samban, Kabupaten Bengkulu Utara, Novri Andi.

Ia juga mengatakan, selaku badan penyelenggara, emosional pihak Yayasan Ratu Samban Kabupaten Bengkulu Utara, tidak bisa dipisahkan dari para alumni.

“Karena selaku badan penyelenggara, emosional kami tidak bisa dipisahkan dari alumni,” pungkasnya.

Terkait polemik tersebut, Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata SE pun langsung respon dan mengatakan. Persyaratan tersebut mengikuti aturan yang ada. Namun, hal tersebut akan di koordinasikan kepada pimpinan (Bupati), terkait apakah persyaratan tersebut akan dievaluasi.

” tentunya hal ini sangat kita sayangkan, akan kita koordinasikan kepada Bupati. Apakah nantinya, regulasi persyaratan khusus akan Universitas harus terakreditasi B dapat dievaluasi,” singkatnya.

 

Laporan : Redaksi

2 tanggapan untuk “Alumni Unras Menjerit ” Apa Salah Kami”?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *