Bengkulu Utara

Deklarasi Pemilu Damai, Dalam Momen Kegiatan Isra’ Mi’raj Bengkulu Utara

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Menarik, kegiatan peringatan Isra’ dan Mi’raj di Kabupaten bengkulu Utara, yang diselenggarakan oleh Pemkab di halaman kantor Bupati Bengkulu Utara, diboncengi oleh deklarasi pemilu damai yang akan berlangsung pada 17 April mendatang. Hal ini terlihat, deklarasi yang dismapaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten bengkulu Utara Margono, M.Pd, Jum’at pagi (12/4) skeitar pukul 09.00 WIB.

Diketahui, kegiatan ini diawali sholawat dan zikir bersama. Yang di pimpin oleh rombongan Ustaz H Abdurrahman LC, serta lantunan ayat suci Alquran juga menambah khidmat acara tersebut.

Dalam kesempatan ini, Bupati Bengkulu Utara H Ir Mian menyampaikan beberapa pesan dalam pidato sambutannya. Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilu Legislatif yang akan dilaksanakan pada 17 April. Secara tegas, menghimbau kepada seluruh Masyarakat Bengkulu Utara untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilu nanti.

“Partisipasi dalam melakukan pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif, harus bisa berjalan secara menyeluruh. Karena, golput sama sekali tidak diperkenankan. Upaya-upaya kita berpartisipasi dan ikut menyalurkan suara kita, dalam momentum 5 tahun sekali merupakan suatu kewjiban. Jangan sampai, karena beda pilihan pada pemilu serentak nanti, akan menimbulkan perpecahan, beda pilihan itu biasa, mari kita jaga Bengkulu Utara,” ujar Mi’an.

Dalam kesempatan tersebut, Margono membacakan deklarasi yang berisi agar masyarakat Bengkulu Utara, berpartisipasi mensukseskan pemilu, dan menciptakan pemilu damai 2019. Isi dari deklarasi itu sendiri, diantaranya. Menjaga persatuan dan kesatuan, dengan kebulatan tekad untuk menciptakan pemilu yang aman, nyaman dan damai. Ikut serta dalam pemilihan Pileg dan Pilpres, di Pemilu 17 April 2019. Menolak, upaya-upaya yang dapat menimbulkan perpecahan.

Dan menghindari kegiatan yang bersifat provokatif, penghasut, ujaran kebencian, money politik. Serta tidak menggunakan isu sara, dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Menolak politisasi tempat ibadah, dengan dalih agama untuk salah satu paslon.

Dalam acara ini, dihadiri juga oleh Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE. M.Ap. Sekda Bengkulu Utara DR Haryadi, seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), SKPD, OPD, Ketua PKK, Organisasi Wanita, serta tokoh dan komponen masyarakat Bengkulu Utara. Dan juga, group Hadroh Situduror dari desa Karang Indah Arga Makmur Bengkulu Utara.

Laporan : Dikkie
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *