Ironis, THL Bapenda Bengkulu Utara Hanya Dibayar Rp. 200 Ribu Perbulan

Spread the love

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Miris memang, terlebih di masa pandemi covid 19 ini. Pemkab Bengkulu Utara di kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, Tenaga Harian Lepas (THL) hanya diberikan honor sebesar Rp. 200 Ribu untuk satu bulannya. Hal ini terjadi di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkulu Utara, di kepemimpinan Dodi Hardinata, SE. Menariknya, sejumlah THL yang menjerit dengan kondisi ini, mengungkapkan terjadinya kesenjangan jumlah nominal honor untuk THL di kantor tersebut. Karena, yang dibayar sejumlah Rp. 200 ribu hanya berlaku bagi THL, yang sudah mengabdikan dirinya tahunan sebanyak 12 orang. Sementara, yang baru masuk menjadi THL di kantor Bapenda ini, justru diberikan honor Rp. 500 Ribu hingga Rp. 2 Juta. Hal ini, menjadi pertanyaan tersendiri bagi THL, sebut saja namanya Resi, ia bersama rekan-rekannya mengaku terpaksa bercerita kepada awak media.

“Kami sudah menjadi THL di kantor itu tahunan kak, namun anehnya tahun 2021 ini, tanpa menerima Surat Keputusan (SK) yang biasa kami terima setiap tahun, kami justru diberikan honor yang langsung masuk ke rekening sejumlah Rp. 200 Ribu. Padahal, kami belum menerima SK. Untuk honor Rp. 200 Ribu itu, untuk pembayaran honor bulan Januari 2021,” ujarnya.

Resi dan rekan-rekan lainnya juga berkeluh kesah dan menjerit dihadapan awak media, Selasa (30/3). Dimana, ia merasa keberatan dengan perlakuan Kepala Bapenda BU Dodi Hardinata, yang terkesan senjang dalam memberikan honor 32 orang THL di kantor tersebut. Bagaimana tidak, dengan berdalih anggaran tidak cukup, namun justru honor 12 orang THL yang sudah lama menjadi THL yang dikorbankan. Sementara, honor THL lain, terutama yang baru masuk, justru jauh diatasnya. Ini jelas menjadi pertanyaan bagi Resi dan rekan-rekannya?. Menurutnya, jika memang pihak Bapenda BU enggan untuk menggunakan jasanya lagi, mengapa tidak berterus terang dan memecat langsung saja. Mengapa, justru memanfaatkan tenaganya, yang bekerja sebulan 24 hari, namun hanya dibayar Rp. 200 Ribu. Apa bedanya dengan THL lain, yang baru masuk tersebut?.

“Yang menerima honor segitu hanya kami THL 12 orang, yang sudah lebih dari 5 tahun mengabdi di kantor ini pak. Sementara ada THL lain, menerima honor lebih dari kami. Kami jelas sangat keberatan dengan perlakuan ini, kenapa tenaga kami hanya dimanfaatkan saja, dengan imbalan yang jauh dibawah buruh pekerja kasar bangunan. Dimana letak kemanusiaan dan keadilannya buat kami pak, sementara kami bergantung hidup dengan imbalan ini. Terlebih, di masa pandemi covid 19 ini. Kami harap, pak Bupati dapat mengetahui aksi zalim yang kami terima, dan dapat bersikap bijak terhadap nasib kami ini,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bapenda BU Dodi Hardinata dikonfirmasi awak media menjelaskan. THL di Bapenda saat ini, difokuskan pada pemenuhan formasi pelayanan pajak daerah dan sistem pengelolaan keuangan PAD sektor pajak daerah. Pembayaran honor, disesuaikan dengan penempatan formasi, yang masuk dalam kategori pelayanan dan non pelayanan sektor pajak daerah. Saat ini, jumlah formasi THL non pelayanan sudah terlalu banyak dan total besaran honornya sudah sangat membebani pagu anggaran SKPD.

“Jadi formasinya disesuaikan dengan pagu anggaran hasil penugasan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021,” dalih Dodi.

Dodi pun menjelaskan, sebelum dibuatkan surat tugas, masing-masing THL sudah diberikan informasi dan konfirmasi langsung, terkait dengan formasi pagu anggaran yang tersedia saat ini di SKPD Tahun 2021. Serta, yang bersangkutan sudah diberikan pemahaman tentang kondisi anggaran yang tersedia. Kondisi total pagu anggaran tahun 2021 tidak sama dengan pagu anggaran tahun-tahun sebelumnya, yaitu tahun 2019, 2018 dan 2017. Sejak Tahun 2020, pagu anggaran mengalami banyak penurunan (refocusing).

“Jangankan pagu anggaran THL, pagu anggaran untuk belanja penunjang pelayanan pajak daerah pun, kita sesuaikan dengan kondisi yang ada dengan metode penyampaian instrumen media pajak daerah menggunakan teknologi. Untuk mengefisiensikan anggaran yang ada, yaitu melalui media sosial dan media teknologi informasi lainnya,” elaknya lagi.

Lebih jauh Dodi memaparkan, melihat kondisi daerah saat ini sedang tidak memungkinkan, kebijakan yang paling tepat diambil adalah tidak memberhentikan THL pada masa pandemic covid-19 berlangsung.

“Metode yang diambil yang paling bijak oleh SKPD adalah, mengurangi pagu total belanja THL saja dari tahun-tahun sebelumnya,” demikian Dodi.

Untuk diketahui, berikut informasi nama-nama penerima honor Rp. 200 Ribu. Resi, Dian, Yessi, Cici, Maini, Ramadani, Rinto, Eko, Erdes, Trianda, Popi, Lisa. Kemudian, berikut nama nama THL penerima honor Rp. 500 Ribu, Wita, Lola, Adit. Selanjutnya, berikut nama nama penerima honor Rp. 700 Ribu, Farit, Heni. Selanjutnya, berikut nama-nama penerima honor Rp. 800 Ribu, Eva, Butet, Yadi, Susi, Agung, Akap. Terkahir, berikut nama THL penerima honor mencapai Rp. 2 Juta, yakni Aan.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *