Diduga Gelapkan Miliaran Rupiah Uang Toke Sawit, Pimpinan CV Karya Utama Menghilang

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – CV Karya Utama selaku pemilik Delivery Order (DO) atau Supplier Tandan Buah Segar (TBS) Sawit dari PT Kencana Ketara Kewala (K3), belakangan menjadi sorotan. Pasalnya, unsur pimpinan dan bagian keuangan CV Karya Utama terindikasi menggelapkan uang milik puluhan toke sawit wilayah Kecamatan Ketahun dan sekitarnya, yang sudah melakukan DO sejak bulan Mei 2020 silam. Tidak tanggung-tanggung, uang yang diduga digelapkan capai miliaran rupiah. Hal ini tidak dibantah, oleh Agus toke wilayah D6 Kecamatan Pinang Raya Bengkulu Utara.

“Dibilang gelapkan saya juga tidka tahu mas, namun yang pasti uang DO saya sejak bulan Mei 2020 ini, mencapai Rp. 100 juta lebih belum juga dibayarkan hingga saat ini. Terlebih lagi, kami juga tidak bisa mendapatkan kepastian dari pihak suplier PT K3 ini yakni CV Karya Utama, karena yang bisa melakukan pembayaran, tidak pernah masuk,” ujarnya.

Agus pun membeberkan, tidka hanya dirinya yang mengalami hal ini, tapi juga bersama toke lainnya, yang sudah sempat mempertanyakan hal tersebut. Namun sayangnya, pihak CV Karya Utama hanya terus menjanjikan akan dibayar. Faktanya, hingga saat ini tak kunjung dibayarkan, bahkan untuk pimpinan CV Karya Utama H Haryanto BK Teks serta Engga Rakasiwi sebagai bendahara yang mencairkan atau melakukan pembayaran, sudah seminggu tidak berada ditempat.

“Kita hanya mendapat angin surga aja mas dari bendahara, namun saat ini saudara engga sendiri tidak tahu dimana rimbanya, dan no hp nya pun tidak aktif. Iniyang membuat kami semakin resah,” bebernya.

Sejauh ini sambung Agus, pihak PT K3 yang telah mengetahui kejadian ini, dan berupaya serta memberikan janji akan menanggulangi masalah ini. Sayangnya, hingga saat ini kami hanya baru didata, atas kerugian yang dialami para toke. Saat ini, pembayaran untuk order DO langsung dilakukan PT K3.

“Memang dengan telah terjadi permasalahan ini pihak PT K3 mengambil alih permasalahan ini, dan sudah mendata kami para toke, yang belum dibayarkn oleh pihak CV Karya Utama. Katanya sih dalam bulan ini akan dilakukan pembayaran, namun bila hingga akhir bulan ini tak kunjung dibayarkan, tidak menutupkemungkinan kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum,” terangnya.

Riyan : Pak Engga Sudah Seminggu Nggak Masuk

Membenarkan hal ini, awak media pun berupaya memastikan kebenaran informasi. Ternyata, ketika menyambangi Kantor CV Karya Utama, benar adanya tidak ada satu pun yang berada ditempat tersebut. Baik pimpinan maupun bendahara, yang mana hanya penjaga dan salah seorang staf yang bertugas menulis DO atas naman Rian Ricardo, dan ia pun menyebutkan tidak mengetahui permasalahan tersebut.

“Kita gak tahu pak permasalahan ini, yang jelas untuk saat ini pimpinan kita sedang tidak ada di tempat, begitu juga bagian bendahara CV Karya Utama pak Engga sudah satu minggu tidak masuk,” akunya.

Kendati demikian, Rian pun tidak menampik bahwa puluhan toke yang melakukan DO di CV Karya Utama menunggu pembayaran dari hasil penjualan TBS Sawit sejak beberapa minggu belakangan.

“Memang puluhan toke terus berdatangan kesini, mempertanyakan masalah uang mereka. Namun kami selaku staf biasa, tidak bisa berbuat banyak. Informasi yang saya dapat untuk permsalahan ini, sudah ditanggulangi oleh pihak PT K3,” ketusnya.

Menanggapi, pernyataan para toke TBS Sawit serta pengakuan karyawan CV Karya Utama, awak media pun menyambangi PT K3, yang hanya disambut bagian Adminstrasi PT K3 Anggelia. Dimana dirinya, mengaku tidak begitu memahami permasalahan ini, dan pihak PT K3 saat ini sedang melakukan pendataan para toke, yang menjadi korban atas uang yang diduga digelapkan oleh pihak CV Karya Utama.

“Sebenarnya, ini bukan wewenang atau bidang saya mas, namun yang saya tahu pihak pimpinan kita sudah melakukan pendataan para toke, yang tidak dibayarkan hasil TBS sawit oleh pihak CV Karya Utama. Untuk pembayaran, saya juga tidak tahu pasti kapan dibayarkn. Yang jelas, saat ini masih dilakukan pendataan saja,” pungkasnya.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *