RAPBD Bengkulu Utara TA 2022 Disahkan

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Setelah melalui berbagai macam dinamika pembahasan yang dinilai lambing, akhirnya Raperda APBD Tahun Anggaran 2022 disahkan. Pengesahan ini dilaksanakan pada Selasa (30/11), dimana waktu tersebut merupakan deadline waktu pengesahan RAPBD 2022, Sesuai dengan Permendagri yang membatasi waktu pengesahan tersebut. Ini terlihat saat DPRD Bengkulu Utara gelar Paripurna Istimewa dengan agenda Kata Akhir Fraksi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2022. Rapat yang dipimpin langsung, oleh Ketua DPRD BU Sonti Bakara, SH bersama Waka 1 DPRD BU Juhaili, yang secara langsung dihadiri oleh Bupati BU Ir. Mi’an dan Wabup BU Arie Septia Adinata, SE beserta Anggota DPRD BU, serta Forkopimda dan unsur OPD dilingkungan Pemkab BU.

Pantauan dilapangan, dalam rapat ini ketujuh fraksi menyetujui agar Raperda APBD Tahun Anggaran 2022 dapat disahkan menjadi Perda. Kendati, dalam penyampaian kata akhir fraksi ini, banyak sekali kritikan yang disampaikan oleh masing masing fraksi untuk menyoroti kesenjangan anggaran yang terjun bebas ini.

“Kendati banyaknya dinamika dalam pembahasan, patut kita syukuri akhir Raperda APBD TA 2022 dapat disetujui semua fraksi. Namun demikian, kami berharap pihak eksekutif dapat benar benar mengupayakan antisipasi, anjloknya anggaran ini. Agar, masyarakat tidak menjadi korban,” ujar Sonti.

Mi’an Berupaya Atasi Defisit Anggaran

Sementara itu, Bupati BU Ir. Mi’an dalam penyampaiannya, mengucapkan terimakasih atas kerja keras rekan rekan anggota legislatif semua. Pihaknya pun memastikan, akan berupaya semaksimal mungkin mengatasi defisit anggaran yang terjadi untuk anggaran tahun depan tersebut.

“Sejauh ini, kami terus berupaya agar defisit anggaran kita tahun depan tidak terlalu berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di BU. Yang pasti, kami akan berupaya maksimal,” demikian Mi’an.

Untuk diketahui, dalam paparan Sekwan. Raperda APBD 2022, didapati jumlah Pendapatan daerah mencapai Rp. 1.1 triliun. Yang terdiri dari, pendapatan PAD sebesar 98 Miliar. Pajak daerah 19 M, Retribusi 1,4 M, Lain lain pad 81 M. Kemudian, Pendapatan transfer sebesar Rp. 1 T, yang terdiri dari Transfer pusat Rp. 1 T dan dana transfer antar daerah Rp. 43 M.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *