Waw, Diduga Tengah Asik Berindehoy Perangkat Desa Serangai Digerebek Warga

BerandABengkulu.com, BENGKULU UTARA – Senin malam (20/9) warga desa Serangai Kecamatan Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara dihebohkan dengan aksi penggerebekan. Bagaimana tidak, aksi penggerebekan yang dilakukan oleh warga ini bukan kepada muda mudi, melainkan diduga kepada dua orang perangkat desa Serangai. Yakni, oknum Sekdes sebut saja namanya Surti dan oknum Kaur Keuangan sebut saja Tejo. Diketahui, penggerebekan ini terjadi pada pukul 21.00 WIB yang mendapati dua insan bukan muhrim ini, tengah asik berindehoy di salah satu rumah oknum perangkat desa ini. Hal ini pun, tidak dibantah oleh Kepala Desa Serangai Sahat Simanungkalit kepada awak media.

“Iya, semalam memang ada aksi penggerebekan warga saya terhadap aksi perbuatan yang melanggar agama. Namun saya semalam tidak mengetahuinya, karena aksi tersebut dilakukan warga tanpa sepengetahuan saya. Setelah penggerebekan baru saya diberi tahu, dan saat ini kasus ini sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum Polsek Batik Nau,” ujarnya.

Sejauh ini dijelaskan Kades, aksi warga ini berdasarkan salah satu warganya, aksi kedua oknum perangkat desanya ini memang sudah dicurigai gerak geriknya oleh masyarakat lainnya, lantaran adanya aroma dugaan perselingkuhan terhadap keduanya. Namun selama ini warga belum bisa membuktikannya. Alhasil, penggerebekan yang terjadi kali ini, menjadi bukti apa yang dicurigai warganya ini memang benar adanya. Dalam aksi penggerebekan ini, warganya mendapati dua sejoli ini tengah asik berindehoy. Lantaran mencegah amukan masyarakat, kedua sejoli ini pun langsung diamankan di Mapolsek Batik Nau.

“Kita akan menyerahkan sepenuhnya dulu kepada pihak APH. Nanti untuk sangsi di desa, tidak menutup kemungkinan kedua perangkat ini akan dipecat dari statusnya sebagai perangkat desa Serangai, dikarenakan sudah melanggar norma agama dan adat setempat,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Batik Nau Syahbani kepada awak media, juga sudha mengetahui adanya kejadian ini. Pihaknya saat ini masih menunggu hasil di Mapolsek Batik Nau. Untuk kedepan, jika masalah ini sudha dikembalikan ke desa, maka pihaknya menyarankan keduanya agar segera mengajukan pengunduran diri dari statusnya sebagai perangkat desa Serangai.

“Kejadian ini, sudah melanggar norma norma yang dilarang. Maka itu, kami menyarankan keduanya segera mundur dari statusnya sebagai pernagkat desa. Untuk masalah ini sendiri, usai diselesaikan kedua belah pihak. Kami menyerahkan speneuhnya kepada Pemdes Serangai,” singkat Camat.

HIngga berita ini diterbitkan, pihak Mapolsek Batik Nau belum dapat dikonfirmasi terkait kejadian ini.

Laporan : CW Star
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *